Kurikulum Pendidikan Komputer Anak

lomba komputerMengikuti perkembangan pendidikan komputer di sekolah-sekolah khususnya untuk anak-anak TK-SD sungguh sangat unik. Dibeberapa sekolah negeri yang sudah mampu mengadakan sarana pendidikan komputer masih terkendala pada kurikulum yang disajikan.
Diknas sendiri belum mengharuskan pendidikan komputer untuk Tk – SD, sehingga kurikulum yang ada dari Diknas masih pada tahap-tahap batasan yang dapat diberikan pada tingkat usia mereka. Dalam implementasinya guru TIK kesulitan untuk memberikan materi kepada siswa karena keterbatasan software dan juga materi pengajaran. Walaupun pendidikan komputer atau TIK bukan merupakan suatu keharusan bagi siswa SD namun apabila kita melihat kenyataan di lapangan dan di pasar bahwa semuanya sudah serba digital dan serba ICT tidak ada salahnya jika sejak usia dini anak-anak diberikan bekal pendidikan komputer.
Anak saya kelas 2 SD Negeri juga mengalami kesulitan yang sama, karena materi yang diberikan software Ms. Paint terus dari awal sampai akhir, sementara materinya juga kurang bervariasi sehingga mengalami kejenuhan yang luar biasa. Padahal biasanya dirumah menggunakan laptop dapat berkreasi dengan berbagai macam software yang kami sediakan seperti KidPix Studio Deluxe, Print Artis, dll sehingga variasinya cukup banyak dan dapat mengambil gambar sesuai dengan tema. Hal ini juga perlu dipikirkan bagi pengelalola pendidikan khususnya bagian kurikulum di sekolah dasar.
Sebenarnya untuk mengatasi masalah tersebut sekolah dapat menggandeng lembaga pendidikan komputer atau instansi yang berkompeten dibidang pendidikan komputer untuk bersama-sama mengembangkan pendidikan komputer di sekolah, sehingga anak-anak dapat berkreasi sesuai dengan tingkat usia dan kemampuannya.
Banyak sekali lembaga pendidikan komputer yang menawarkan kerjasama seperti itu, tinggal bagaimana sekolah menanggapi kerjasama tersebut. Di sekolah-sekolah swasta hal ini sudah berjalan cukup lama yaitu semenjak komputer booming pada sekitar tahun 1986-sampai sekarang. Sekolah swasta besar Katholik, Kristen bahkan juga sekolah Muslim sudah sejak lama mengikat kerjasam dengan lembaga pendidikan komputer yang kompeten di bidangnya untuk mengembangkan pendidikan komputer di sekolah. Bahkan tidak saja di jenjang SD namun, juga sudah masuk pada jenjang SMP-SMA-SMK yang notabene sudah mempunyai kurikulum dari DIKNAS. Lembaga yang kompeten di bidang ini tentunya mempunyai sentuhan teknologi yang lebih up to date, sehingga pelajaran lebih mengena pada sasarannya. Salah satu contoh lembaga yang mempunyai kerjasama dengan sekolah-sekolah besar dan mencakup seluruh wilayah Indonesia adalah PT Bangun Satya Wacana. Lembaga ini mempunyai cabang hampir di seluruh Indonesia. PT Bangun Satya Wacana berkantor pusat di Gedung Kompas Gramedia Blok II Lantai 6 Jl. Palmerah barat no. 29-37 Jakarta. Cabang terbesar ke dua ada di Jl. Darmo Permai Utara no. 78 Surabaya. atau dapat mengunjungi website di http://www.bswgramedia.com

4 Balasan ke Kurikulum Pendidikan Komputer Anak

  1. Hari Busono mengatakan:

    pendidikan TIK di usia TK dan SD memang jadi paradigma sendiri di satu sisi kita dituntut untuk mengikuti tekhnologi agar tidak gaptek di sisi lain tekhonolgi itu sendiri untuk anak usia TK dan SD dapat mengganggu perkembangan jiwa bila tidak di bimbing orang orang yang bertanggungjawab seperti ortu dan pendidik yang.
    dengan kata lain Pendidikan TIK Di TK dan SD memang sudah perlu diajarkan dengan bimbingan dan ini tantangan untuk programer2 agar dapat menciptakan software yang sesuai dengan anak tersebut di atas

  2. Moustaffa mengatakan:

    Pendidikan TIK adalah salah satu pendidikan yang sangat dibutuhkan untuk usia dini mengingat segala sesuatu di “zaman mereka” sekarang adalah berhubungan dengan TIK.

    Apakah itu cell phone, komputer,dll. Menjamurnya warnet di pelosok-pelosok pun membuat kita sebagai guru harus ekstra-waspada agar anak didik kita tidak tergelincir ke hal-hal yang tidak diinginkan.
    Bagaimana caranya?
    Kita harus menitikberatkan terdahulu hal-hal positif yang bisa ditimbulkan oleh TIK.
    Itu tidak berarti kita tidak membicarakan hal-hal yang menyimpang.
    Kesimpulannya: “IT is as good as people using IT”
    Artinya IT (TIK)tergantung orang memakainya, kalau dipakai untuk hal-hal yang bermanfaat baik ya …baik tapi sebaliknya kalau dipergunakan untuk hal-hal yang negatif ya…kacau jadinya.
    Semoga bermanfaat.
    Assalam alaikum!

  3. Moustaffa mengatakan:

    Oh ya…sebelum lupa, anak-anak zaman sekarang yang disebut “Digital Natives” kalau kita sudah berumur di atas 30 namanya “Digital Immigrants”

  4. unting mengatakan:

    weah kebetulan cari tentang Kurikulum Belajar Komputer untuk anak Tk dan SD tak taunya nyasar ke sini

    walaupun udah agak lama tapi masih bermafaat

    thx n kunjungan perdana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: