Paradigma Pendidikan

Adanya perkembangan di bidang ICT membawa pengaruh terhadap paradigma pendidikan pada saat ini dan yang akan datang. Dahulu orang dikatakan “Smart” ketika mereka dapat menguasai 3R (Reading, wRiting, aRitmatic), untuk mencari pekerjaan, melanjutkan sekolah, membuka usaha, semua dapat dilakukan dengan mudah dan peluang cukup terbuka lebar. Dan hal ini sebenarnya menjadi  basic yang tidak dapat ditinggalkan. Namun pada saat ini kenyataannya sudah berbeda, bahwa orang dikatakn smart tidak cukup dengan 3R akan tetapi juga harus diimbangi atau ditambah dengan kemampuan 3X (Exploring, Expressing, Exchange), karena ICT dan perangkatnya telah membawa dampak yang luar biasa  di segala bidang, sehingga mau tidak mau suka tidak suka orang harus mengenal dan menggunakan ICT sebagai alat bantu untuk beerja, sekolah dan mempercepat kinerja.

Dari rumusan di atas sudah jelas bahwa porsi pendidikan kita seharusnya juga menyelaraskan antara 3R dan 3X, namun dilapangan memang masih terdapat kekurangan, dan bahkan jauh dari harapan. Kesenjangan antara sekolah di pelosok dengan di kota sudah sangat jauh sementara alokasi dana dari pemerintah untuk pendidikan masih sangat minim oleha karena itu sektor swasta sangat berperan penting dalam rangka mengembangkan pendidikan model ini. Apabila kita hanya mengandalkan pemerintah sampai tahun berapa sekolah-sekolah dipelosok akan dapat  menikmati ICT.

Dunia industri-pun saat ini yang cukup berkembang dan mempunyai prospek adalah industri-industri kreatif yang notabene banyak bertumpu pada ICT. Oleh karena itu tidak salah jika pemerintah  akhirnya lebih menitik beratkan pada SMK untuk pengembangan pendidikan ke depan, hal ini berkaitan dengan fenomena perkembangan teknologi yang mengarah kepada digitalisasi dan robotika. Guru-gurupun saat ini juga harus belajar ekstra keras untuk mengimbangi perkembangan IPTEK serta adanya kebebasan siswa untuk mengakses IPTEK, bahkan sering terjadi siswa tau lebih dahulu daripada gurunya. Hal-hal seperti ini bukanlah sesuatu yang mustahil bahkan sudah menjadi kebiasaan yang lazim terjadi di sekolah-sekolah perkotaan yang sudah terkoneksi dengan internet.

Dengan berkembangnya fenomena seperti ini maka sekolah-sekolahpun juga harus bersiap-siap untuk menyonsong pendidikan berbasis ICT dan digitalisasi. Tren sekolah kedepan adalah sekolah online, tanpa buku dan bebas belajar dimana saja tidak terpaku pada ruang dan waktu, guru akan banyak berfungsi sebagai mediator untuk menjembatani antar siswa serta memberikan pengarahan yang tepat untuk siswa dan siswi, bukan lagi sebagai  sumber ilmu yang harus selalu dipatuhi dan di iyakan. Sumber ilmu yang berkembang adalah sumber ilmu dari dunia maya yang mempunyai kompetensi dan dapat dipertanggungjawabkan, sementara sumber dunia maya yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan sendidirnya akan dijauhi oleh pengguna tatkala mereka kecewa dan merasa dirugikan.

semoga bermanfaat…

Satu Balasan ke Paradigma Pendidikan

  1. hasto tyas harjadi mengatakan:

    Tulisan yang luar biasa. Sederhana, santun, tidak banyak menyalahkan, meyudutkan orang lain dan memberikan pencerahan bagi kita semua insan pendidikan. Sekaligus memberikan motivasi tersendiri bagi saya yang saat ini juga mengabdi di sebuah lembaga pendidikan yang didalamnya ada kelas unggulan berbasis ICT.Semoga di sekolah kami dapat mengaplikasikan paradigma pendidikan tersebut yang memang harus berubah dan merubah diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: