Menulis Buku …

Surabaya, 18 Mei 2010
Mohon maaf kepada rekan-rekan semua yang membaca blog ini, sudah cukup lama saya tidak posting blog. Ada banyak alasan yang perlu saya sampaikan diantaranya kesibukan pekerjaan di kantor yang membuat saya sulit untuk membagi waktu.
Mulai bulan Februari 2010 ada satu kesibukan yang cukup menyita waktu yaitu membuat Buku Pegangan Siswa tentang TIK untuk SMP dan SMA (4 buah), siang dan malam saya kerjakan karena bulan Juni harus di cetak untuk kepentngan tahun ajaran baru 2010/2011. Belum lagi disela-sela kegiatan tersebut harus mengurusi KGF 2010 (Kompas Gramedia Fair 2010 SUrabaya), Workshop Robotika. Ya itu hanya sekedar curhat kepada teman-teman semua, mungkin ada di antaranya yang menanyakan blog ini kok gak ada perubahan …!!
Semoga setelah ini aktif lagi untuk membuat toturial TIK atau materi yang lain agar berguna untuk semuanya.
Ada satu keinginan yang sampai saat belum kesampaian yang menjadi cita-cita saya yaitu menulis buku untuk di terbitkan sehingga dapat dibaca oleh banyak orang. Kepada rekan-rekan yang mempunyai pengalaman menulis kemudian sudah diterbitkan dapat dong sering, supaya juga termotivasi untuk menulis buku. Untuk menjadi penulis ternyata tidak mudah memerlukan perjuangan yang luar biasa, oleh karena itu kita wajib menghargai buku sebagai karya yang luar biasa. Negara kita Indonesia ini termasuk salah satu negara dengan penerbitan buku yang relatif sedikit untuk tiap tahunnya, bandingkan dengan Malaysia, Singapura, India yang mempunyai produktivitas cukup tinggi untuk menerbitkan buku. Budaya menulis negara kita memang masih rendah dan perlu digali lagi untuk menggiatkan penulis-penulis muda dalam memproduksi buku. Dari segi kualitas mungkin bisa kita bersaing sedikit namun dari kuantitas buku kita jauh ketinggalan. Yang berhasil menulis buku ya hanya berkutat pada orang-orang itu saja. Kita bisa bayangkan berapa banyak perguruan tinggi di Indonnesia, barapa banyak dosen yang mengajar di sana. Seandainya satu dosen mampu menerbitkan satu buku dalam dua tahun saja maka kebutuhan buku akan melimpah ruah, namun kenyataannya walaupun sudah bergelar S2, S3 belum juga berani untuk menulis buku padahal dari segi keilmuan sudah sangat cukup. Benar memang kata pengusaha Bob Sadino “Kalau pengin jadi pengusaha jangan membaca buku wirausaha langsung saja praktik”. Begitu juga untuk menjadi penulis rasanya tidak perlu menunggu sampai bergelar S3 dan selalu membaca buku-buku tentang tata cara menulis yang baik, namun lebih baik langsung praktik menulis sesuai dengan ide yang ada di dalam otak kita.
Ini hanya sekedar motivasi pribadi agar bangkit lagi motivasi untuk menulis, karena sudah berkali-kali selalu gagal dengan banyak alasan. Saya juga termotivasi setelah mengikuti seminar Bapak Sulaiman Budiman beberapa waktu yang lalu dimana dia hanya lulusan SMA mampu menulis dua buku yang best seller dan banyak diundang untuk seminar dan pelatihan. Seolah-olah sesuatu yang dulu terpendam muncul lagi ke permukaan untuk diwujudkan kembali. Terima kasih Pak Sulaiman.
Terus yang menjadi pertanyaan, Kapan saya harus mulai ?
Mohon dukungan doa serta saran dari rekan-rekan yang sudah berpengalaman semoga saya bisa mewujudkannya …

Sukses selalu untuk kita semua…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: