RSBI oh RSBI

Surabaya, 23 November 2010

Ada yang Pro dan ada yang kontra, itu sudah biasa ketika ada kebijakan dari Pemerintah, apapun bentuknya. Begitu juga dengan RSBI, ada yang menganggap penting dan harus tetapi ada juga yang menolak dan bahkan ada yang cuek bebek. Yang bener sebenanrya seperti apa ? Belum lama ini tepatnya tanggal 20 November 2010 telah dibahas secara tuntas dan jelas mengenai apa RSBI, bagaimana kiprahnya serta strategi apa untuk mencapainya dalam Seminar Pendidikan “Strategi Menuju Sekolah Internasional”

Seminar dilaksanakan di Hotel Santika Surabaya ruang Bromo, di hadiri Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah di Surabaya, Sidoarjo, Malang dan Pasuruan. Pembukaan Seminar oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr. Harun, MSi, MM, yang menyampaikan paparan RSBI dan kiprahnya di Jawa Timur. Namun sebelumnya diawali oleh tuan rumah sebagai kata pengantar yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan PT BSW Jawa Timur Drs. R B Yuwono, yang memaparkan paradigma pendidikan dari 3R (Reading, wRiting, aRitmatic) paradigma lama kemudian ke paradigma baru ditambahkan dengan 3X (Exploring, Expressing dan Exchanging).
Inti Seminar sendiri disampikan oleh Drs. Soeparno, MM, selaku Pengawas Pendidikan Menengah Propinsi Jawa Timur sekaligus mediator RSBI di Indonesia. Kemasan seminar dibuat interaktif sehingga lebih menarik.
Pada dasarnya hampir semua pembelajaran di sekolah menuju sekolah bertaraf internasional menggunakan pengantar bahasa Inggris. Padahal, umumnya guru dipersiapkan bukan untuk mengajar dengan bahasa pengantar bahasa inggris. “Dalam aplikasi di lapangan, konotasi RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional)

menjadi eksklusif. Pada dasarnya, secara operasional RSBI adalah sekolah nasional yang diperkaya dengan materi bahan ajar dari sekolah-sekolah bersandar internasional.
Banyak hal-hal yang dibahas dalam seminar tersebut, tentunya yang berkaitan dengan strategi-strategi untuk mencapai sekolah bertaraf internasional, mulai dari persiapan guru yang harus S2 mulai dari 10 % untuk SD, 20 % SMP dan 30 % SMA, dimana S2 harus linier dengan bidangnya khususnya Sain, Matematika dan TIK, Sarana dan Prasarana, Siswa dan lain-lainnya. (ual)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: