Belajar Survival di Hutan

Sumber: www.AnneAhira.com

Survival di hutan sangat penting dipelajari terutama bagi mereka yang hobinya jalan-jalan atau menjelajah hutan-hutan, gunung, dsb. Banyaknya kejadian orang yang hilang di pegunungan atau rimba.

Mereka yang semestinya menjelajah dan berinteraksi dengan alam harus mempunyai pengetahuan dasar mengenai kondisi atau medan yang akan ditempuh sampai mengekspektasikan kejadian-kejadian terburuk yang sangat mungkin akan dihadapi, seperti tersesat dan tak tahu jalan untuk kembali.

Jika Anda seorang petualang sejati, maka tentunya tak akan asing dengan istilah survival yakni upaya untuk bisa bertahan di alam liar, termasuk di hutan (survival di hutan). Bekal berupa kita-kiat bagaimana cara menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi ketika berada di hutan wajib diketahui oleh orang-orang yang senangnya berekspedisi di hutan-hutan.

Anda harus sadar bahwa kondisi alam sulit untuk diprediksi walau mungkin saja Anda sudah menyiapkan berbagai keperluannya secara matang dan cermat.

Jurus Survival

Boleh saja Anda sudah menyiapkan berbagai kelengkapan untuk menjelajah hutan, sebut saja kompas, peta lokasi, GPS atau global positioning system, HT, bekal makanan yang cukup sampai obat-obatan.

Namun, tanpa mengetahui bagaimana menghadapi berbagai kondisi darurat, hal-hal tersebut diatas sifatnya hanya membantu. Dengan memiliki pengetahuan survival di hutan yang handal, maka dipastikan Anda akan selalu mempunyai jurus ketika Anda terjebak di hutan, hilang orientasi, dsb.

Sebagian “teori” survival itu yakni bagaimana si penjelajah bisa mengenali berbagai tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan di hutan. Para ahli menyebutkan bahwa 10% berbagai jenis tumbuhan berbunga di dunia itu tersedia di Indonesia. Itu artinya, di hutan kita memiliki sekitar 25.000 jenis tumbuhan berbunga.

Belum tumbuhan yang tak berbunga, jamur, bisa berlipat-lipat jumlahnya. Nah, dari keseluruhan jenis tumbuah tersebut ada yang bisa dimakan, ada yang beracun  dan karenanya tak boleh dimakan, dan ada yang disarankan untuk dimakan (apalagi dalam mondisi mendesak).

Tumbuhan Tak Beracun

Ada beberapa kunci untuk mengetahui tumbuhan yang ada di hutan aman atau tidak untuk dikonsumsi. Tetumbuhan yang memiliki daun, buah, dan bunga atau umbinya biasa dimakan oleh satwa liar, berarti mengindikasikan bahwa tumbuhan tersebut tak beracun. Dan itu berarti aman untuk dikonsumsi manusia.

Namun, jika Anda menemukan tumbuhan yang memiliki bau yang tak sedap, membuat Anda pusing dengan baunya, dan tak sedikitpun disentuh oleh satwa hutan, maka sebaiknya Anda hindari. Juga patut diwaspadai tumbuhan yang membuat kulit Anda gatal dan perih.

Tumbuhan lainnya yang juga harus Anda hindari yakni tanaman yang memiliki daun bergetah sangat pekat, berbulu, memiliki warna yang kontras atau mencolok, serta permukaannya yang kasar. Waspada juga jika Anda menjumpai tanaman kemaduh (Laportea stimulans) karena bulu yang terdapat pada daunnya membuat kulit terasa gatal dan panas.

Tumbuhan semak dari begonia bisa Anda jadikan sebagai penyelamat disaat kesusahan karena tak lagi mempunyai bekal. Umumnya, daun begonia memiliki bentuk jantung yang tak simetris. Yang bisa dikonsumsi bagian tangkai daun, namun apabila masih muda terasa masam dan sedikit pahit.

Alternatif Lain

Selain tumbuh-tumbuhan, ada beberapa jenis hewan yang juga bisa Anda temukan di hutan dan bisa dimakan. Diantaranya:

  • Jangkrik
  • Burung
  • Ayam hutan
  • Kalong
  • Belalang
  • Katak
  • Kalong atau kelelawar

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: